Wisata Legenda(1)

a-Batu Gantung, Sumatra UtaraINDONESIA kaya budaya, termasuk cerita rakyat yang melegenda. Ceritera itu “meninggalkan jejak” hingga kini kita saksikan dan kunjungi, seolah kisah-kisah itu benar adanya, bukan sebuah takhyul yang mengemuka akibat keberadaan tempat itu. Dari segi pariwisata, tempat yang berkaitan dengan legenda mendatangkan income, karena ramai dikunjungi wisatawan domestik-mancanegara.

Untuk berbagi kita tentang objek wisata  yang berlatar belakang legenda, inilah tempat itu. Siapa tahu, jika Anda belum pernah ke lokasi itu, Anda memasukkannya dalam daftar rencana wisata yang akan Anda kunjungi :

1-Batu Gantung, Sumatra Utara
Jaman dulu di tepi Danau Toba hidup sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuan yang cantik jelita, namanya Seruni. Meski banyak pemuda menyukai Seruni, dan gadis itu memilih salah seorang dari mereka, suami istri itu telah menjodohkan Seruni dengan pemuda sepupunya Seruni.

Suatu hari, Seruni melamunkan nasib di pinggir Danau Toba ditemani anjingnya (Toki), dan memutuskan bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari tebing yang curam. Ia lalu berjalan menuju tebing yang dimaksud, namun sebelum tiba dia terperosok ke lubang yang terdapat di sebuah batu besar, dan tak dapat keluar dari sana.

 

Seruni memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di lubang itu, dan berteriak; “Parapat, parapat!” yang artinya “Merapat, merapat!” Tujuannya agar lubang pada batu itu merapat dan menghimpit tubuhnya hingga ia tewas. Keinginan Seruni terkabul.

Maka, jika ke Parapat, kota kecil di Kabupaten Simalungun, Sumut, Anda menemukan batu besar yang menyerupai tubuh gadis seolah menggantung di tepi tebing. Oleh masyarakat, disebut Batu Gantung, dan hingga kini jadi objek wisata andalan Pemkab Simalungun yang ramai dikunjungi wisatawan domestik-mancanegara. Nama Parapat berasal dari kata terakhir Seruni, sebelum gadis itu meninggal.

b-Tangkuban Parahu, Jawa Barat2-Tangkuban Parahu, Jawa Barat
Tangkuban Perahu merupakan gunung berapi aktif yang tercipta akibat proses alam ribuan, bahkan jutaan tahun. Namun masyarakat Jabar, gunung yang berjarak 25-30 Km di utara Kota Bandung dan berketinggian 2.084 Mt dari permukaan laut (dpl) itu muncul di permukaan Bumi bukan akibat proses alam, melainkan karena kesaktian Sangkuriang.

Dulu seorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi. Ia hidup di tengah hutan bersama anaknya : Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang berburu rusa karena ia ingin sekali memakan dagingnya. Rusa yang diburu Sangkuriang gagal didapatkan, sehingga karena tak ingin mengecewakan ibunya, Sangkuriang membunuh Tumang, anjing peliharaan ibunya yang menemani ia berburu, dan mempersembahkan dagingnya kepada sang Ibu.

Dayang Sumbi marah sekali setelah tahu apa yang dilakukan Sangkuriang itu karena Tumang ternyata penjelmaan ayah Sangkuriang sendiri. Ia memukul kepala Sangkuriang hingga bercucuran darah, dan kemudian mengusir Sangkuriang dari rumah.

Bertahun-tahun Sangkuriang tumbuh dewasa tampan-gagah, tanpa sengaja kembali ke hutan tempat ibunya tinggal, dan menemukan Dayang Sumbi yang terlihat muda dan cantik. Ia jatuh cinta, dan cintanya terbalas karena Dayang Sumbi tak tahu Sangkuriang adalah anaknya.

Saat mereka bercengkrama, Dayang Sumbi melihat luka di kepala Sangkuriang, dan segera mengetahui kalau pemuda yang memadu kasih itu anaknya sendiri. Ia syok dan memutuskan hubungan. Sangkuriang marah, dan ngotot untuk tetap menikahi Dayang Sumbi, meski Dayang Sumbi memberitahu kalau ia ibu kandung Sangkuriang.

Tak kehabisan akal, Dayang Sumbi menyatakan ia bersedia dinikahi asal Sangkuriang membuatkan telaga dan perahu dalam satu malam. Sangkuriang menyanggupi. Dengan dibantu jin, Sangkuriang nyaris mampu memenuhi permintaan itu, namun Dayang Sumbi lagi-lagi tak kehabisan akal.

 

Ia menebar kain boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), dalam sekejap mata kain itu mengeluarkan cahaya bagaikan cahaya fajar di ufuk timur. Cahaya itu membuat jin-jin yang membantu Sangkuriang, mengira hari telah pagi dan buru-buru pergi, meninggalkan pekerjaannya yang hampir rampung.

Sangkuriang marah ketika tahu siasat Dayang Sumbi itu. Ia lalu menendang perahu yang telah dibuatnya, dan perahu itu kemudian jatuh dalam keadaan menelungkup dan berubah menjadi gunung yang hingga kini kita kenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu.

Delama 2 abad terakhir, gunung yang menjadi ikon pariwisata Jawa Barat ini telah beberap kali meletus, yakni pada 1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.

c-Candi Prambanan, Yogyakarta3-Candi Prambanan, Yogyakarta :
Inilah candi berbentuk anggun dan salah satu ikon budaya Indonesia. Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara ini konon, dulu seorang pemuda sakti mandraguna ingin menikahi putri cantik (Roro Jonggrang). Namanya Bandung Bondowoso. Pemuda ini beruntung karena ayah putri, seorang raja, merestuinya, dan memaksa sang Putri agar menikahi pemuda itu. Namun, putri enggan.

Roro Jonggrang memberi syarat kepada Bandung yang disebutnya sebagai mas kawin, yakni meminta dibangunkan 1.000 buah candi yang harus telah rampung dalam semalam, sebelum ayam berkokok menjelang fajar menyingsing. Bandung menyanggupinya.

Menjelang dinihari, 999 candi telah dibuat, sehingga Roro Jonggrang panik dan meminta para wanita agar memukul lesung (alat penumbuk padi), sehingga ayam-ayam terbangun dan berkokok. Meski belum dinihari. Bandung Bondowoso marah karena tahu telah dicurangi Roro Jonggrang.

 

Ia berdoa mengubah putri itu jadi batu. Kini dikenal bernama Candi Prambanan, atau Candi Roro Jonggrang. Sementara candi lain yang dibuat Bandung Bondowoso dan berada di sekitar Candi Roro Jonggrang dinamakan Candi Sewu atau Candi Seribu. Bersambung…………….; (http://terselubung51.blogspot.com/2013/10/6-tempat-wisata-berlegenda-di-tanah-air.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita