Peter Frampton rilis album baru

Gitar GibsonAnda masih ingat Peter Frampton? Sewaktu Lisa Bonnet manggung di bar dalam salah satu adegan film High Fidelity, Lisa menyanyikan “Baby, I Love Your Way”. Lagu itu dari album Frampton Comes Alive! rilisan paling sukses miliknya di tahun 1976. Ada cerita mengharukan perihal Peter dan album tersebut.

 

Bukan soal angka penjualannya di AS yang mencapai 6 juta kopi, tapi soal gitar Gibson Les Paul hitam yang ia gunakan selama proses rekaman. Les Paul hitam keluaran tahun 1954 yang hilang 30 tahun itu akhirnya kembali ke tangan pemiliknya tahun 2011 lalu.

 

Di bulan November 1980, Peter berencana manggung di Panama dalam rangka tur Amerika Selatan. Naas, pesawat kargo pembawa peralatan musik Peter, termasuk si Les Paul hitam, mengalami kecelakaan dan jatuh di Caracas, Venezuela, sesaat setelah take-off.

 

Peter pasrah semua peralatan panggungnya terbakar. “Aku duduk di restoran dengan istri si pilot yang  tidak selamat. Banyak korban jiwa dan juga peralatan kita. Kukira, hilanglah semua,”ujar Peter pada sebuah wawancara dengan NPR1.

 

Peter punya ikatan emosional dengan gitar itu. Les Paul keluaran 1954 ini unik : warnanya hitam mirip keluaran 1960 karena dicat ulang, neck-nya tipis, bobotnya ringan (karena dibuat dari kayu mahogany Honduras)  dan pick up humbucker-nya tiga buah. Gitar itu hasil kulikan, bukan baru keluaran Gibson custom shop. Terlebih lagi, ia mendapatkan cuma-cuma.

 

Asal Les Paul hitam ini, kita mundur sejenak ke San Fransisco di musim semi bulan April 1970. Peter, bersama Humble Pie grupnya saat itu, jadi pembuka konser tiga hari Grateful Dead di Filmore West. Gitaris Humble Pie saat itu kebingungan karena instrumen yang ia biasa pakai tiba-tiba ngadat.

 

Sewaktu Peter masuk bagian solo, gitarnya mengeluarkan feed back yang ribut sekali. Mark Mariana Seorang fan lalu mendekati Peter dan menawarkan bantuan. “Aku punya Les Paul yang dimodifikasi di rumah. Kau mau coba pakai besok?” kata Mark. “Aku tak pernah cocok dengan Les Paul. Tapi kalau sudah begini, aku tak punya banyak pilihan.” ujar Peter mengamini tawaran baik Mark2.

 

Ternyata hari itu rezeki Peter selamanya. Gitar itu, god bless you Peter, cinta pada sentuhan pertama. “Aku kira kakiku tak menjejak tanah ketika bermain malam itu,” ujar Peter mengenang aksi pertamanya dengan si gitar. “Itu gitar terbaik yang pernah kumainkan.” tambahnya lagi3.

 

Segera saja ia mengutarakan keinginannya membeli instrumen ini pada Mark, si empunya. Menariknya, Mark bilang, gitar pinjaman itu tidak dijual dan Peter dipersilahkan untuk membawanya. Mark Mariana ini sungguh seorang fan dengan cinta sejati, dan Peter pantas bersyukur.

 

Peter jatuh cinta dengan itu gitar. Ia memainkannya dengan berbagai musisi terbaik yang ia temui : George Harrison dari The Beatles-bassis John Entwistle dari The Who. Album Frampton Comes Alive! Juga dibuat menggunakan Les Paul dari Mark Mariana tadi. Makanya si gitar muncul sebagai artwork di sampul depan album yang rilis 1976. Ia praktis menggunakannya terus selama satu dekade dari hari pertama 1970 hingga hari naas di November 19804.

 

Saat pesawat itu jatuh di Caracas, sebagian isinya ikut ludes dilalap api. Namun, Les Paul tidak seutuhnya jadi abu. Hanya bagian ujung neck-nya terjilat si jago merah. Gitar itu kemudian ada yang mengambil dan berakhir di tangan sebuah musisi di pulau Curacao, kepulauan Karibia (barat laut Caracas), ± 450 Km kalau kita tarik garis lurus membelah pantai.

 

Si musisi lokal tidak tahu kalau itu gitar legendaris Peter Frampton. Ia memainkan tiga dekade di bar dan hotel di Curacao, tanpa curiga asalnya instrumen yang ia mainkan5. Hingga suatu hari dimana ia datang ke seorang tukang gitar bernama Donald Balentina untuk reparasi si Les Paul hitam.

 

Donald yang bekerja di kantor imigrasi Curacao tertarik keunikan gitar milik si musisi itu. Jumlah humbucker tiga buah yang tak lazim (biasanya edisi Les Paul sunburst cuma ada dua pick up, neck dan bridge, tidak ada yang nyempil di tengah) dan luka bakar di bagian neck, menarik perhatian Donald. Ia curiga, jangan-jangan ini gitar Peter Frampton.

 

Donald berkonsultasi dengan seorang penggemar Frampton di Belanda yang meyakinkannya kalau gitar itu bertanda mirip gitar Frampton. Ia juga mengirim foto-foto jeroan Les Paul hitam itu ke Peter, langsung. Tentu saja Peter kaget, jeroan gitar itu tampak sangat familiar. Jadilah Donald makin yakin.

 

Ia kemudian berusaha merayu si musisi lokal agar menjual gitarnya. Donald butuh dua tahun merayu sebelum akhirnya si musisi lokal setuju menjual gitar setelah kehabisan uang. Sialnya, gantian Donald yang tak punya duit untuk membeli.

 

Namun Donald berhasil merayu Ghatim Kabara, penggemar Frampton pejabat di dinas pariwisata Curacao, untuk memberi pinjaman uang. Mereka berdua berhasil beli Les Paul dan mengembalikan gitar itu ke Peter. “Itu tindakan yang baik dilakukan. Ini gitar milik Peter. Tahun 70an ya tentang gitar ini.” ujarnya tanpa menyembunyikan fanatismenya pada musik Peter6.

 

Pucuk dicinta ulam tiba. Peter menerima gitarnya di kediamannya, Nashville, Desember 2011. “Selama 30 tahun ia sirna. Ia hilang bagai asap, begitu saja.” kenang Peter. Peter membawa gitar itu ke Gibson custom shop untuk diperbaiki. Ia memainkan kembali gitar itu di acara di Beacon Theater, New York di  Februari tahun 2012. Di video telihat jelas fan Peter yang tak sabar menunggu kembalinya si Les Paul legendaris.

 

Catatan Belakang:

1. Frampton’s Dream Guitar, Recovered Decades Later, NPR, 7 January, 2012
2. James C. McKinley Jr, Peter Frampton Reunited with ‘Best Guitar’ After 31 Years, New York Times, 3 January 2012
3. McKinley, idem
4. idem
5. idem  

 

(Gde Dwitya; http://jakartabeat.net/kolom/konten/peter-frampton-dan-les-paul-hitam-itu)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita