logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Pemerintah tambah 45 Negara bebas Visa

Menpar Arief YahyaJakarta – Kemenpar mengejar target kunjungan wisman pada triw-IV, Oktober, November, Desember, ini rata-rata 1 juta/bulan. Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menandatangani Prepres No 104 tahun 2015, tentang 45 negara baru yang dibebaskan masuk ke Indonesia tanpa visa, per 23 September lalu.

 

Itu berarti RI sudah mengeluarkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) total kepada 90 negara. Sebelumnya, Juni 2015 Presiden juga sudah mengeluarkan kebijakan BVK tahap I, untuk 30 negara. Dengan 90 negara itu berarti hampir semua negara di dunia yang berpotensi melancong ke negeri seberang, sudah diberikan kemudahan akses masuk ke tanah air.

 

“BVK inilah materi yang kami promosikan ke seluruh penjuru dunia, untuk mengejar target di liburan akhir tahun. Bulan Oktober 2015 proyeksi kunjungan wisman 900 ribu, bulan November 2015 naik 1 juta orang, dan Desember 2015 diharapkan 1,1 juta. Average tiga bulan itu 1 juta per bulan,” kata Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya MSc di Jakarta, Rabu (7/10).

 

Ke-45 negara baru yang diberi BVK Tahap II itu antara lain: India, Taiwan, Arab Saudi, Timor Leste, Irlandia, Portugal, Turki, Mesir, Rumania, Argentina, Bulgaria, Yunani, Kazakhstan, Slovakia, Slovenia, Tunisia, Estonia, Kroasia, Lithuania, Jornadia, Lebanon, Aljazair, Latvia, Luxemburg, Islandia, Belarusia.

 

Juga Maladewa, Papua New Guinea, Venezuela, Cyprus, Fiji, Tanzania, Malta, Azerbaijan, Ghana, Krigistan, Suriname, Panama, Seychelles, Dominika, Angola, San Marino, Liechtenstein, Monako, dan Vatikan.

 

Menteri Arief Yahya makin optimistis, bebas visa ini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisman. Perlahan tapi pasti, berbagai kendala pariwisata yang mendasar, yang jadi catatan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2015 World Economic Forum (WEF), diurai satu per satu. Regulasi bebas visa, izin masuk kapal pesiar (cruise) dan perahu pesiar (yacht), bea cukai, poin Indonesia hanya 61%.

 

Regulasi dengan pendekatan pariwisata itu sudah mulai disosialisasi. Pekan depan, semua stakeholder yang terkait dengan BVK akan berkumpul untuk menyamakan persepsi, agar implementasi di lapangan lancar tanpa kendala. “Kebijakan BVK itu juga bisa menaikkan competitiveness index Indonesia. Menaikkan peringkat daya saing kita di peta pariwisata dunia,” kata dia.

 

Malaysia sudah lama mengeluarkan peraturan bebas visa, hingga 164 negara. Indonesia menyalip Thailand, yang hanya 56 negara. “Malaysia 27,4 juta wisman, Thailand 24,8 juta. Indonesia masih di angka 9,4 juta wisman. Kita akan kejar, sampai 2019 akan menjadi 20 juta orang,” ungkapnya,

 

Begitu efektif di-undangkan, BVK Tahap I, jumlah kunjungan wisman bulan Agustus 2015 langsung terasa lonjakannya. Great Batam naik 20,71%, Great Jakarta naik 15,5%. Great Bali yang turun 11,29% karena erupsi Gunung Raung yang membuat Bandara Ngurah Rai Denpasar buka tutup hampir dua minggu. (Bernadus Wijayaka/FMB; Suara Pembaruan dan http://m.beritasatu.com/ekonomi/312590-pemerintah-tambah-negara-bebas-visa-menpar-incar-1-juta-wisman-per-bulan.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita