logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Makan Bedulang khas Belitung-Ajarkan Etika Makan Bersama

Makan Bedulang khas Belitung-Ajarkan Etika Makan Bersama(lifestyle.okezone.com)-BEDULANG-itu kebiasaan makan bersama di masyarakat Belitung. Prosesi makan ini dilakukan masyarakat saat upacara adat, seperti pernikahan, sunatan, atau kelahiran.

 

Tak hanya di upacara adat, bedulang kerap dilaksanakan sebagai sarana komunikasi anggota keluarga, yang tidak langsung juga para orang tua mengajarkan anak2 muda tentang etika, kebersamaan, dan toleransi. Hingga kini, bedulang kerap diselenggarakan masyarakat, tapi bagi turis yang menyambangi Belitung dapat merasakan sensasi makan dengan bedulang, seperti yang dialami Okezone.

 

Saat pertama memijakkan kaki di Kabupaten Belitung, Okezone sempat mencicipi nikmatnya santap siang dengan bedulang. Ketika pelayan salah satu restoran yang ada di kawasan Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan, datang, Okezone dan rombongan tercengang, karena bedulang adalah sepaket makanan yang diletakkan dalam sebuah dulang atau yang lebih dikenal dengan nampan.

 

Dulang ditutup tudung berbentuk kubah merah, membuat hati ber-tanya2 isi di dalamnya. Setelah dibuka, dulang berisi beragam makanan khas Belitung : Nasi putih hangat, gangan ikan, ayam ketumbar, ikan bilis goreng, oseng kacang panjang dengan cumi, lalap, dan sambal lumpang. Soal rasa, semuanya menyatu dengan sempurna di dalam mulut membuat lidah seolah bergoyang kesenangan.

 

“Makan bedulang disajikan dengan dulang, yang bisa membuat hubungan tiap anggota keluarga lebih dekat, harmonis, dan kebersamaannya terasa,” jelas Aisyah, juru masak yang ditemui di salah satu restoran di Jl. Sriwijaya, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (23/11/2018).

 

Bedulang pun memiliki etika tertentu saat dilakukan pada upacara adat. Menurut Aisyah, saat makan anggota keluarga yang paling muda mengambilkan piring untuk anggota keluarga yang lebih tua, selain usia, faktor status sosial pun menjadi patokan.

 

“Sebelum makan harus cuci tangan, anggota keluarga yang lebih muda juga bertugas mengambil lauk pada anggota keluarga yang lebih tua. Saat makan harus menggunakan jari tanpa sendok,” imbuhnya.

 

Ada air kobokan untuk membersihkan tangan, tapi anggota keluarga lebih tua diberi urutan lebih awal bergiliran hingga ke yang termuda. Semua makanan yang disajikan mesti dihabiskan agar tidak mubazir. (ndr; Annisa Aprilia; Bahan dari : https://lifestyle.okezone.com/read/2018/11/23/298/1981890/prosesi-makan-bedulang-khas-belitung-ajarkan-etika-makan-bersama)-FatchurR *

One Response to Makan Bedulang khas Belitung-Ajarkan Etika Makan Bersama

  • Harry Reksosamudra says:

    Makan Bedulang rupanya terpengaruh tradisi Arab, dulu sy pernah diajak serta, saat tuan rmh yg org Arab mengadakan hajatan, jd semua menggunakan tangan tanpa peralatan spt sendok garpu dll.
    Tp yg di Belitung ini, ada unsur didikan buat org yg lbh muda agar melayani yg lbh tua atau dituakan krn status sosialnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita