logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

Keunggulan durian merah dari Banyuwangi

durianmerah BanyuwangiBeritaPrima, BanyuwangiSiapa tak suka durian? Buah tropis berbau khas dan berkulit tajam ini, banyak diburu. Di Jatim, selain Jombang, Pasuruan dan daerah lain, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang menjadikan durian sebagai produk unggulan di bidang pertanian.

 

Di Bumi Blambangan ini, ada 62 varian (jenis) durian dan yang paling diburu, jenis durian merah. Karena durian jenis ini masih sangat langkah. Umumnya, daging buah durian berwarna kuning dan putih, tapi durian dengan nama latin Durio Graveolens ini memiliki daging buah berwarna merah.

 

Banyuwangi, tepatnya Desa Kamiren, menjadi salah satu tempat berkembangnya durian merah. Selain di Banyuwangi, durian merah juga bisa dijumpai di daerah Blitar Selatan serta Bogor dan Bandung yang juga sedang mengembangkan bibit durian merah.

 

Di luar Pulau Jawa, durian merah berkembang di Kalimantan dan Papua. Pengembangan teknologi durian merah juga dilakukan di Thailand, Malaysia dan Korea.

 

Meski dikembangkan di beberapa daerah, durian merah Banyuwangi, lebih sering diburu turis lokal maupun mancanegara lantaran rasa durian merah dari Tanah Osing ini lebih enak dibanding durian merah di Kalimantan, Papua maupun Malaysia.

 

Durian merah Kalimantan, berjenis Durio Kutejensis, durian merah Malaysia berjenis Durio Graveolens dan sedangkan durian merah Banyuwangi berjenis Durio Zighetinus.

 

Kelezatan durian merah Banyuwangi sudah tersohor, bahkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kepincut untuk membudidayakannya di Kota Pahlawan. Ini sempat diungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke Surabaya beberapa waktu lalu.

 

Kala itu, Anas mengaku sempat ‘ditodong’ Risma. “Bu Risma tadi minta durian merah Banyuwangi, dan sudah saya hubungkan dengan kepala dinas,” kata Anas waktu itu.

 

Saat dikonfirmasi kepada Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi Eko Mulyanto, dirinya mengaku sudah mengirim bibit durian merah kepada Risma sesuai arahan Anas.

“Sudah kita kirim kemarin. Ada empat buah durian merah sebagai contoh dan empat bibitnya yang kita kirim ke Bu Risma,” jawab Eko, Sabtu (28/3/2015).

 

Meski berbeda dengan durian umumnya, kulit luar durian merah sama-sama berwarna kuning. Cara hidupnya juga sama, yaitu tumbuh di daerah tropis pada ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut.

 

Perbedaanya pada warna daging yang berwarna merah, biji lebih kecil, daging buah lebih tebal serta lebih manis. Kadar alkohol lebih rendah dan aroma lebih menyengat. Selain itu, ukuran buah durian merah sedikit lebih kecil dibandingkan jenis durian lain. Waktu berbuahnya, tidak menentu, tidak bisa dipastikan kapan akan berbuah. Yang pasti, hanya berbuah sekali dalam setahun.

 

Ketua Pemerhati Holtikultura Banyuwangi, Eko Mulyanto memaparkan, durian merah sudah ada sejak zaman kerajaan, namun baru dipublikasikan pada tahun 1997. “Tahun 1997 itu kita publikasikan. Awalnya itu Serad (warga Desa Kemiren), di kebun rakyat, (kebun) itu warisan nenek moyangnya. 1997 itu awal dipublikasi. Dari zaman kerajaan, Blambangan itu sudah ada,” kata Eko, Sabtu (28/3/2015).

 

Meski awalnya satu pohon durian merah di Desa Kemiran, namun rupanya di Banyuwangi ada beberapa jenis durian merah yang tumbuh di tempat lain, yaitu ada di Kecamatan Songgon dan Desa Kampung Anyar Kecamatan Glagah.

 

Awal pengembangan durian merah, menurut Eko, telah dilakukan sejak Tahun 2007 dan waktu itu hanya tiga pohon yang produktif. Di Tahun 2014, sudah berkembang 200 pohon yang bisa dipanen tiap tahun. “Penyebaran pohon durian merah ada di lima kecamatan yaitu Songgon, Glagah, Kalipuro, Licin dan Giri,” jelasnya.

 

Untuk menjaga agar durian merah Banyuwangi tidak kehilangan identitasnya sebagai ikon daerah, setiap pengiriman bibit keluar daerah dilakukan pencatatan di hadapan notaris.

 

Seiring perkembangan penyebarannya, dari 200 pohon itu ada 62 varian durian merah asli Banyuwangi yang berhasil dikembangkan dan tersebar di lima kecamatan. Namun yang sudah diumumkan ke publik baru 32 jenis sedangkan yang bisa dikonsumsi buahnya hanya 25 jenis.

 

“Yang lain dagingnya masih tipis jadi masih dikembangkan. Sedangkan jenis yang layak masuk dalam kategori internasional ada 11 jenis varian,” imbuhnya.

 

Menurutnya, ada beberapa syarat untuk bisa masuk ke kategori internasional, yaitu berat standar antara 1,5 sampai 2 kg, tahan antara dua sampai tiga minggu dan masih dalam kondisi baik saat dibekukan.

 

Dari 62 varian tersebut, durian merah Banyuwangi dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan warna daging buahnya. Pertama adalah durian merah bocking yang seluruh dagingnya berwarna merah.

 

Yang kedua durian merah pelangi yang dagingnya berwarna merah dan kuning, serta yang terakhir durian grafika yang dagingnya berwarna kuning, putih dan merah. “Ketiganya bisa dibedakan dari pohonnya dan daunnya memiliki kekhasan masing-masing.”

 

Dijelaskannya, budidaya durian membutuhkan waktu antara tujuh sampai 12 tahun, baru bisa dipanen. Pelestarian durian merah Banyuwangi dilakukan dengan cara penanaman bibit baru durian.

Sedangkan untuk pengembangan bibit durian merah di Banyuwangi, dilakukan dengan berbagai cara, seperti melakukan penelitian untuk percepatan bibit.

 

Percepatan bibit durian merah itu menurut Eko, dilakukan dengan cara menyambung batang induk durian biasa dengan batang durian merah. Cara ini bisa mempercepat pohon durian berbuah dari 12 tahun menjadi hanya lima tahun.

 

Selain itu percepatan juga dilakukan dengan cara top working, yaitu pohon durian besar disisipi dengan bibit durian merah. Dengan cara seperti ini, maksimal tiga tahun kemudian sudah bisa dipanen.

 

Harga durian merah juga cukup lumayan. Paling murah dibanderol Rp 120.000 sampai Rp 300.000 per buah. Sedangkan untuk bibitnya, dijual dengan harga bervariasi sesuai tinggi bibit.

 

Bibit durian merah tingginya 30an cm, harganya Rp 75.000. Bibit yang tingginya di atas 60 cm sampai 1 meter, dibanderol Rp 200.000. Untuk yang tingginya lebih dari 1,5 meter harganya mencapai Rp 1,5 juta. (Robby NSB; ren; Robby NSB; http://nasional.beritaprima.com/mengenal-keunggulan-dan-kelezatan-durian-merah-banyuwangi/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita