logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Belanda-Pribumi dan Dua Alun2 Kota Malang(1/2)

Belanda-Pribumi dan Dua Alun2 Kota Malang(republika.co.id)- Jika ingin tahu jejak sejarah Kota Malang, maka ada lokasi2 sepertinya wajib dikunjungi sebentar. Dua lokasi itu, yakni alun2 Kota Malang dan bundaran atau lebih dikenal Tugu Malang saat ini.

 

Pegiat Sejarah dari Komunitas Jelajah Jejak Malang, Devan Firmansyah mengatakan, Kota Malang punya 2 alun2. Pertama, alun2 kotak atau yang dikenal : Alun2 Kota Malang. “Disebut kotak karena bentuknya kotak kalau dari atas. Alun2 ini di dekat Masjid Jami,” kata Devan saat ditemui Republika.co.id, di SMK Negeri 4 Kota Malang, baru2 ini.

 

Alun2 berikutnya berada di Jalan Tugu (di depan Balai Kota Malang). Warga Malang doeloe menyebut alun2 bundar karena bentuknya demikian. Kini lebih dikenal dengan Tugu Malang (Tugu Kemerdekaan). Tak banyak yang tahu keberadaan 2 alun2 ini terkait kuat di masa lalu. Keduanya sama2 didirikan di era kolonial Belanda.

 

“Kalau ada alun2 kotak (alun2 Kota Malang), kenapa harus ada alun2 bundar (tugu Malang)? Logikanya, buat apa sih? Ngabis2sin anggaran buat bangun 2 alun2″ ujar pria kelahiran 1991 ini.

 

Dari sejarah dan literatur2, dia ungkapkan, alun2 kotak lebih dulu didirikan sejak Bupati Malang pertama, Notodingirat-I. Di 1818, Malang jadi bagian Karesidenan Pasuruan. Karesidenan itu kumpulan kabupaten yang kala itu Malang dalam satu kelompok dengan Pasuruan dan Probolinggo.

 

Alun2 kotak selesai dibangun (1882) di era Notodingirat II. “Notodingirat I dan II, kini makamnya di Gribig”. Munculnya alun2, berfungsi dan tujuan tertentu. Karena di masanya Malang  itu wilayah elit, penguasa perlu ruang publik. Wadah pemerintah dan masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain.

 

“Fungsi alun2 itu apa? Tempat dengan konsep ruang terbuka untuk publik. Kenapa perlu ada? Ya karena zaman itu kan nggak ada medsos. Kalau mau dapat info, ya kumpul di alun2. Alun2 sering memberi pengumuman dari orang2 kabupaten melalui stafnya ke warga”.

 

Fungsi kedua, alun2 jadi media penting bagi Belanda yang jadi penguasa. Para kolonial menjadikan alun2 itu simbol pusat kota. Mereka menjadikan kawasan ini jalur administrasi untuk kepentingan ekonomi. “Alun2 itu zonasi pembangunan ekonomi bagi Belanda. Di sekitarnya ada Javasche Bank, kini jadi gedung BI. Terus ada Escompto Bank kini jadi bank Mandiri” kata Devan.

 

Ada pula kantor asisten residensi yang kini Kantor Pos Kota Malang. Mall Sarinah juga dulu sempat dijadikan pendopo kabupaten Malang sebelum dipindahkan ke sisi lain. Pusat perbelanjaan Ramayana pernah jadi penjara wanita yang kini dipindahkan ke Kebonsari, Malang.

 

Di sekitar alun2, ada pusat hiburan yang doeloe di sebelah Ramayana. Kemudian bioskop untuk kaum borjuis dan hotel pelangi yang kini tegak berdiri di kawasan ini. Juga sempat ada Sekolah Cina yang kini jadi pusat perbelanjaan Mandala.

 

“Di tengah2 alun2 yang kini ada kolam atau pancuran itu doeloe ada pohon beringin. Ada trayek trem memanjang ke Kayutangan sampai RSUD Saiful Anwar. Trayek trem itu untuk mengirim tebu ke pabrik gula di Kebonagung, Malang” jelasnya. Dari konsep2 ini, Belanda menjadikan alun2 sebagai pusat pemerintahan dan pembangunan ekonomi.

 

Tak hanya kawasan hiburan, mereka menempatkan titik penginapan, sekolah dll di sekitar lokasi ini. Belanda sering menjadikan alun2 sebagai tempat latihan para tentaranya. “Mereka show force. Seakan-akan mau menunjukkan ke pribumi jangan macam2″ katanya. Peta alun2 memiliki nilai filosofisi.

 

Secara umum, di utara alun2 di Jawa sering dijadikan lokasi pemerintahan. Sisi selatan acap untuk kepentingan warga seperti pasar besar. “Di sebelah utara pemerintah, di selatan pasti ada pasar. Itu filosofinya semacam ada hubungan penguasa dan rakyat di antara 2 sisi itu” tegas pria berkacamata ini.

 

(Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto; Bahan dari : https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/19/01/04/pksnxb396-belanda-pribumi-dan-dua-alunalun-kota-malang)-FatchurR * Bersambung…………

One Response to Belanda-Pribumi dan Dua Alun2 Kota Malang(1/2)

  • Harry Reksosamudra says:

    Alun2 dikota besar, kebanyakan domisilinya didekat pusat pemerintah dg perkantorannya, tempat hiburan, bank2 pemerintah dll. Dan yg pasti adlh semua jalur angkutan kota mesti lewat, sbg pusat kota yg kantor2nya tdk seberapa banyak kala itu, org dr luar bisa dg mudah mencapainya, krn kala itu kendaraan pribadi jarang dimiliki perseorangan, kecuali berkenaan dg dinas ataupun perusahaan besar sj punya kendaraan dinas baik
    buat personil maupun angkutan barangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita