logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Sr-LUCY AGNES yang damai dan tenang

Sr.LUCY AGNESSr.LUCY AGNES adalah anak dari Paul dan Cecilia Darmoko ( Pemilik restoran Ayam Bulungan); Cecilia adalah saudara sepupu dari pemilik Djarum jadi dia bukan cucu dari pemilik Djarum. “Sungguh Damai dan Tenang …Hidup di dalam Tangan Tuhan……..”

Sepenggal  lagu  diatas, muncul dipikiran ku saat kami berjumpa Suster Lucy Agnes, MC, dikediaman Pasutri Paul-Cecil, Bulungan. Dalam balutan jubah khas pengikut Mother Teresa, Suster Lucy tampak  cantik, sederhana, dan terlihat aura kedamaian yang memancar dari dalam. Ini kali pertama kami berjumpa Suster Lucy.

Kami mengenal baik dengan Pasutri Paul Cecil, dan kami dapat kabar Suster Lucy Agnes MC, putri mereka, yang direncanakan baru boleh pulang ke Indonesia, ternyata harus kembali ke Indonesia diawal tahun ini untuk mengurus visa dan keperluan administratif lainnya.

 

Karena itu, sementara suster akan singgah di rumah MC di Weoe, Timor Barat, dan berkunjung ke Aileu, Timor Leste (MC juga punya rumah).  Dengan bantuan dari Pasutri Paul Cecil, kami bisa jumpa Suster Lucy, berbincang dan menitipkan beberapa majalah Relasi untuk Suster Henrietta FMMI di Timor Leste.

Dari perbincangan dengan Suster Lucy, kami tertarik semangat pelayanan dan doanya. Para suster pengikut Mother Teresa sanggup menggunakan 2 set pakaian untuk kesehariannya. Sering kita yang memiliki ber-pasang2 pakaian, masih mengeluh “Aduh…aku sudah tidak punya baju yang baik lagi”.

 

Disini kami lihat suster yang sungguh2 menjalankan kaul kemiskinannya. Dalam kesederhanaan hidup seorang suster, kami lihat Suster Lucy bahagia dan menikmati kehidupannya. “Inilah contoh nyata hidup dalam kesederhanaan seorang suster” pikiran kami saat melihat kecantikan Ilahi Suster Lucy Agnes MC.

Suster Lucy menyatakan, dia berbahagia bila berkesempatan untuk mendampingi orang saat menghadapi sakratul maut, dengan menguatkan dan mendoakannya. Suster bisa melihat Yesus pada orang2 yang sakit dan menderita, yang sedang mereka layani. Suster Lucy tidak pernah takut atau jijik saat melayani orang2 yang sakit.

 

Tanpa ragu suster dengan sabar dan kasih mau mencabuti belatung2 dari luka2 membusuk ditubuh dan kepala pasien. Suatu pelayanan yang sangat jauh dari bayangan. Kami pernah mengunjungi rumah singgah KKIT (Kelompok Kerja Ibu Theresa) dibilangan Duri Kepa, Jakarta Barat.

 

Mona, pasanganku,  tidak tahan melihat penderitaan orang2 sedang dirawat disana, sehingga Mona menunggu diluar sampai kami  meninggalkan rumah singgah itu. Jadi kami bisa bayangkan yang dilakukan Suster di Kolkata (dulu Calcutta) sana, sangat luar biasa.

Dari perbincangan, kami ketahui semua pelayanan luar biasa itu harus dibarengi kehidupan doa yang indah. Setiap hari pasti dibuka dan ditutup dengan doa, semua kegiatan selalu disertai doa. Sakramen Ekaristi merupakan hal yang selalu dirindukan Suster Lucy setiap hari.

 

Gamblang dan sederhana suster menerangkan penghayatan Sakramen Ekaristi ke  kami. Suster menghayati Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Dalam Ekaristi, Suster menghadirkan Yesus sendiri dan berkata “Wow, inilah Yesus penebusku, kini hadir dihadapanku”.

 

Karena kami bertanya, Suster Lucy sempat menerangkan cara bermeditasi tiap hari  ia lakukan dengan total waktu 4 jam disela kesibukannya sebagai sekretaris pimpinan kongregasi MC di Kolkata (Calcutta). Kehidupan spiritual rohaniwan/wati sungguh menguatkan pelayanan dalam kesehariannya.

Pertemuan singkat dengan Suster Lucy membuka mata hati kami, misteri panggilan merupakan karya Allah. Melalui pasangan suami istri, Tuhan mewujudkan karya nyataNya di bumi. Melalui keluarga2, Tuhan menitipkan gembala2 dan pekerja2Nya menolong dan mewartakan kabar gembira ke seluruh umatNya.

 

Maukah kita sebagai pasangan suami istri merelakan anak2 kita boleh jadi gembala dan pekerja2 diladang Tuhan? Atau kita hanya lihat dari kepentingan diri kita, kita sudah susah payah membesarkan dan mendidik mereka, dan tidak rela membiarkan Tuhan berkarya melalui anak-anak kita?

 

Perjuangan Pasutri Paul-Cecil, menyadarkan kami betapa kepasrahan mereka atas kehendak Tuhan memberikan buah melimpah. Melalui putri mereka, Suster Lucy, berates-beribu orang merasakan cinta Tuhan yang nyata didunia melalui karya, pelayanan dan doa Suster Lucy.

 

Kerelaan Pasutri Paul-Cecil seperti  benih jatuh ke tanah dan tumbuh subur serta berbuah banyak, sehingga tiap orang bisa menikmati kelezatan buah yang dihasilkan. Terima kasih Tuhan, kesempatan yang telah Kau berikan berjumpa dengan mempelaiMu Suster Lucy yang membuat kami makin mengerti misteri panggilan dan karyaMu dalam dunia ini./BI.

Konfirmasinya :  Sepupunya owner nya Djarum, mamanya yg punya ayam bulungan udah kaya, cantik dan memilih hidup membiara, bukan biara biasa tapi biara Mother Teresa yg pelayanannya sangat membumi dgn penuh kerendahan hati.

Dulu S2nya di AS, anak satu2nya dari pasutri Paul n Cecil. Itu cerita ttg suster lucy yg jadi susternya dari tarekat Mother Teresa. Waktu kecil, katanya kalau ke gereja bisa lama sekali nggak pulang2, begitu diikutin ternyata dia sedang berdoa berjam2 di depan gua Maria. Sudah terlihat dari kecil panggilannya. (Go Hwie Khing-A60; Oleh : Pasutri Mona-Irwan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita