logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Pemuda ciptakan kotak jebakan nyamuk

Merdeka.com – Tahukah Anda hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia? Nyamuk betina butuh darah untuk pembentukan telur dan perkembangbiakan. Nyamuk jantan punya bentuk mulut panjang berbulu. Namun tidak berfungsi sebagai penghisap darah. Antena nyamuk jantan lebih berfungsi menarik perhatian lawan jenisnya.

Berdasarkan pemahaman itu, Andy Suryansyah (25) menciptakan kotak penjebak nyamuk dengan sasaran nyamuk betina. Alat itu untuk mengurangi populasi nyamuk betina, yang mengganggu dan menghisap darah (menggigit) manusia.

“Alat ini berfungsi mengurangi jumlah nyamuk. Tidak ada bahan kimia” kata Andy Suryansyah di Jalan Taman Bunga Merak I Kota Malang, (4/11). Banyak alat penjebak nyamuk yang prinsip kerjanya beda2, termasuk jenis raket yang ditebaskan ke udara. Tetapi alat itu cukup ditancapkan dicolokan listrik.

Andy memanfaatkan gelombang elektromagnetic dari suara nyamuk jantan dan lampu ultraviolet. Suara nyamuk jantan dimanfaatkan memikat pasangannya agar mau mendekat. “Saat nyamuk betina berusaha mendekat akan terjebak sengatan arus listrik,” ujar Andy.

Alat bernama Falle itu diciptakan Andy saat masih mahasiswa di Politeknik Elektro Negeri Surabaya (PENS-ITS). Alat itu mengantarkannya meraih Satu Indonesia Award 2013 dari PT Astra Indonesia. Kini alat itu diproduksi dan dipasarkan mandiri pada khalayak ramai. Berbagai modifikasi dilakukan dari pertemuan pertama memenuhi selera konsumen. Proses pemasaran dilakukan online dan jual langsung.

“Kini alat penjebak nyamuk itu jadi sumber pendapatan hidup. Saya pekerjakan beberapa orang, dari penyedia kotak jatinya sampai perangkai alat elektroniknya,” tutur Andy. Tenaga teknisi Andy, Ellya Sunawan (26) mengungkapkan, ada 3 jenis kotak yang diproduksi. Masing2 warna Hitam berharga jual Rp 350 Ribu, jenis Batik Rp 400 Ribu dan tekstur Kayu Rp 500 Ribu.

“Bahan kotak kayu jati yang diperoleh dari Klaten. Rangkaian elektroniknya dipadukan dirakit dan dipadukan Malang,” kata Ellya. Kotak penjebak nyamuk itu berisi rangkaian elektronik yang terhubung dengan tombol on/off. Kotak juga dilapisi kasa yang melindungi arus agar aman saat tersentuh.

[cob;http://www.merdeka.com/peristiwa/pemuda-ini-ciptakan-kotak-penjebak-nyamuk.html]-FatchurR

————

 

Berita prestasi lainnya adalah :

  1. Mahasiswa UBAYA ciptakan Aplikasi Tilang
  2. Anak SD di Semarang juara anti rayap di Korsel
  3. ITS raih outstanding delegates di Interpol

——————

 

Mahasiswa UBAYA ciptakan Aplikasi Tilang

Surabaya – Tim CIA yang terdiri dari Christine, Ika Suryani, dan Eduardus Aldo, 3 mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Ubaya. Tim CIA buat aplikasi Calantas (Catat Pelanggaran Lalu Lintas). Aplikasi ini untuk masyarakat, kepolisian, dan pemerintah. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus surat tilang.

 

“Inspirasi datang dari pengalaman, ngurus tilang yang ribet. Aplikasi ini meminimalkan banyak orang tanpa harus kesana kemari,” jelas Eduardus seperti dikutip RRI (13/11). Mekanisme urus tilang yang mudah dipahami ini tidak menyulitkan para pelanggar lalin. Calantas dapat di akses melalui website. Saat masuk ke website Calantas terdapat kotak pencarian.

 

User menulis kode tilang dan masuk ke halaman cek tilang. Di halaman cek tilang ada 3 tahapan : Pertama pemberitahuan kesalahan dan riwayat jumlah pelanggaran. Tahap kedua pembayaran denda dapat melalui transfer, dan tahap ketiga pengambilan SIM-STNK di polres yang ditentukan.

 

Eduardus dkk menambahkan aplikasi Calantas dengan edukasi terkait pelanggaran lalu lintas, seperti pasal2 pelanggaran, denda resmi, mekanisme pengurusan tilang, serta penjelasan surat tilang warna merah dan warna biru. Di menu kontak kepolisian kita dapat bertanya dan mengisi kritik saran.

 

Pembuatan apliakasi mulai dari research data mekanisme tilang dan pasal2 beserta dendanya, membuat konsep design, lalu aplikasi menggunakan bantuan software framework laravel, sublime, netbeans, dan adobe photoshop. Prosesnya mulai dari konsep sampai penyempurnaan butuh waktu 3 minggu.

 

Kendalanya saat mencari informasi. “Kami tidak mempunyai kenalan polisi jadi susah mencari informasi,” kata Ika. “Harapannya aplikasi ini bisa digunakan masyarakat dan mengurangi tingkat pelanggaran lalu linta,” jelas Christine.

 

Aplikasi bimbingan 5 dosen Daniel Soesanto, S.T., M.M.,Melissa Angga, S.T., M.M.Comp.,dan Andre, S.T., M.Sc., ini diikutkan Lomba Hackathon Merdeka 2.0 yang diselenggrakan Code4Nation bekerjasama dengan Telkom tanggal 24-25/10/15. Tim CIA lolos 11 besar. Babak final digelar di Jakarta Pusat, 14-15/11/15. Lomba Hackathon Merdeka 2.0 diikuti 28 kota se Indonesia.

 

“Jurusan TI Ubaya selalu mendorong mahasiswa membuat aplikasi yang bisa digunakan masyarakat. Berkaitan Calantas ini, Jurusan TI membuka diri bekerja sama dengan Satlantas untuk mengembangkan aplikasi Calantas lebih sempurna dan siap dipakai” ungkap Melissa Angga, S.T., M.M.Comp. (/HA; RRI dan http://www.beritasatu.com/digital-life/321922-mahasiswa-ubaya-ciptakan-aplikasi-tilang.html)-FatchurR

———–

 

Anak SD di Semarang juara anti rayap di Korsel

Liputan6.com, Jakarta M-Zulfikar Avicenna, murid kelas VB SD Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, Jateng, awalnya risih karena rak buku di perpustakaan sekolahnya dikerumuti rayap. Siswa yang berusia 10 tahun ini, mengajak teman sekelasnya M.Baiata Farisi mencari solusi agar rayap tidak mampir di rak buku perpustakaan sekolah.

Bermodal internet untuk mencari bahan formula ampuh, Cenna sapaan akrab Avicenna, Farisi dan guru pembimbingnya, Umarudin, menemukan buah bintaro sebagai bahan utama formula anti rayap.  Dua bocah itu bereksperimen mengubah buah bintaro beracun jadi cairan anti rayap. Semua ide 2 anak itu berdasar data pada materi pelajaran tentang tumbuhan di kelas III dan browsing di internet.

Buah bintaro dipilih karena banyak terdapat di Tembalang dan Banyumanik, tak jauh dari sekolahnya. Buah itu terpercaya reputasinya sebagai pembasmi tikus. “Kami mencoba 2x. Pertama gagal, yang kedua berhasil,” kata Farisi kepada liputan6.com Senin (2/11/15).

Hal itu dilakukan Cenna dan Farisi sebulan sebelum ada lomba World Creativity Festival 2015 di Daejeon, Korea Selatan. Karena dinilai menarik, penemuan itu ikut dilombakan di ajang bertaraf internasional itu. “Akhir Oktober lalu ikut lomba dan dapat medali perak,” kata Cenna.

Saat presentasi,  buah bintaro yang sudah diubah menjadi cairan itu disemprotkan ke tempat rayap berkumpul. Hanya hitungan detik, rayap langsung mati. Cenna juga mempraktekan cara membuat cairan  Terminator (termite exterminator) dari Pongpong Fruit (carbera manghas) itu.

Awalnya buah Bintaro dipotong kecil2 lalu di blender sampai halus. Hasil blender ditimbang 100 gram lalu dicampur air sulingan atau Aquades 300 gram. Campuran itu diaduk hingga mencampur dan disaring. Cairan yang jadi didiamkan dua hari untuk ekstraksi sebelum digunakan. “Ini didiamkan dua hari. Nanti pakainya tinggal disemprotkan,” kata Farisi.

Hasilnya? Koloni rayap kayu yang disampling lalu disemprotkan cairan buatannya, dan terbukti 3x semprot rayap mati seketika. Farisi menceritakan pengalamannya ketika berada di Daejeno, Korsel. Dia dan Cenna saat itu percaya diri. Saat persentasi berbahasa Inggris pun mereka yakin menang. “Sempet deg2an soalnya slide hilang satu, tapi enggak apa2. Tetep go terus. Pas datang sudah yakin menang,”.

Guru pembimbing, Umarudin mengatakan pihaknya membantu membimbing dan mengarahkannya termasuk mencarikan jurnal buah Bintaro itu. Terkait pengajuan hak paten, ada rencana setelah penelitian lebih lanjut. “Jadi mereka melihat situasi di sekolahnya. Di jurnal itu disebutkan buah Bintaro bersenyawa bisa dimanfaatkan membasmi rayap. Untuk mematenkan perlu kajian ilmiah”.

Kepala SD Semesta Bilingual Boarding School, Siti Zubaidah mengatakan, sudah dua kali siswa-siswanya mendapatkan medali di ajang yang sama. Tahun lalu temuan berupa kulit durian yang bisa menjernihkan jlantah atau minyak bekas pakai bisa mendapatkan medali perak.

“Dukungan kami berupa pembinaan, pembuatan proyek, pembuatan video dan pembinaan dosen dari Undip. Ini tahun kedua kami dapat Silver. Tahun lalu kulit durian penjernih jlantah,” kata Siti. (Dms/Hmb)

http://m.liputan6.com/news/read/2355663/temukan-formula-anti-rayap-anak-sd-di-semarang-juara-di-korsel)-FatchurR

—————–

 

ITS raih outstanding delegates di Interpol

JAKARTA – Bersaing dengan mahasiswa dari jurusan politik, hubungan internasional, dan hukum tak membuat mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS, Aidhil Mar’ie Luthfi, ciut saat jadi delegasi Prancis dalam Interpol General Assembly di Semarang.

 

Selama ikut simulasi sidang umum itu, Aidhil membahas cara mengatasi aksi terorisme. Menurutnya, tindakan itu perlu diatasi seapik mungkin. Sebab, biasanya aksi terorisme tak hanya melibatkan satu atau dua negara, tetapi beberapa negara di dunia.

 

Sebagai perwakilan negara Prancis, cowok kelahiran 3/3/1995 itu harus tahu langkah preventif menghadapi aksi terorisme. Dia telah melakukan riset mendalam mengenai kerjasama Prancis sebelum terjun ke Interpol General Assembly. “Mengatasi ISIS, misalnya. Saya mempelajari berbagai aksi yang dikerjakan Prancis,” ujarnya, dari laman resmi ITS (12/11/15).

 

Berkat kepiawaiannya berdiplomasi, Aidhil memperoleh gelar Outstanding Delegates. “Sebab dalam berdiplomasi, diplomat harus dapat menggandeng diplomat lain tanpa menjatuhkan”. ITS menjadikan Interpol General Assembly sebagai persiapan menghadapi Harvard National Model United Nation (HNMUN) 2016. Diharapkan langkah ini mampu menggodok kemampuan delegasi yang akan dikirim menuju Negeri Paman Sam pada Februari 2016.

 

“Delegasi ITS ke HNMUN 2016 sedang mengikuti berbagai simulasi MUN untuk menambah pengalaman. Sehingga, mereka terbiasa dengan atmosfer MUN,” tandas Aidhil. (iradhati Wurinada; rfa; http://m.okezone.com/read/2015/11/12/65/1248002/its-raih-outstanding-delegates-di-interpol-general-assembly?utm_source=wp_bt)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita