logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Karya Inovasi anak bangsa

Merdeka.com – Berawal dari hal sederhana dan problem harian, anak negeri ini menciptakan inovasi yang membuat orang berdecak kagum. Inovasi mereka sampai diakui dunia. Misal tiga bocah desa asal Jatim pembuat robot sebagai solusi ekonomis memindahkan barang dengan jumlah banyak.

 

Ahmad Khoirul Hadi (15), anak pedagang ikan, Nabil Al Annisi (14), anak sopir freeline, dan Mohammad Harris Riqin (13), anak seorang nelayan dari desa pesisir Pantai Utara perbatasan Gresik-Lamongan, telah membuktikan kemampuan sebagai anak desa.

Mereka bertiga, secara beruntun menjuarai kompetisi robot tingkat nasional di Jember dan Bandung. Selanjutnya terbang ke Tay Eng Soon Convention Centre, ITE Headquarters, Singapura 28/1/15. Prestasi moncer dari 3 anak desa ini memberi kejutan bagi warga desanya, termasuk keluarga mereka sendiri. Masih banyak inovasi anak negeri yang membanggakan lainnya berikut ini :

 

1-Pelajar SMP ciptakan baterai dari pare

Merdeka.com – Siswa-siswi kelas IX dari SMPN-2 Kab-Takalar Sulsel, menciptakan baterai dari buah pare yang ber-energi serupa baterai. “Buah pare tidak hanya enak dimakan, tapi kandungannya bisa dijadikan energi listrik seperti baterai,” kata seorang siswi SMPN-2 Takalar Nurul Izza Fajriani, di sela-sela pameran pendidikan USAID PRIORITAS di Kab-Takalar, Sulsel, Rabu (18/3).

Berdasarkan penelitian mereka, ternyata buah pare mengandung senyawa basa yang bisa menggantikan serbuk karbon dalam baterai. Senyawa basa pada buah pare ini mengandung ion OH- yang bisa menghasilkan sumber listrik.

“Caranya pun amat mudah untuk menghasilkan baterai dari buah pare ini, siapa saja bisa membuatnya. Pertama, buah pare diambil dalamnya saja dan dicacah-cacah diperas tidak boleh terlalu kering dan terlalu basah,” katanya.

Langkah ke-2, ujar dia, batang karbon dan serbuk karbonnya dikeluarkan kemudian baterai yang telah kosong diisi dengan buah pare yang telah diperas, lalu masukkan kembali batang karbon baterai dan ditutup. “Hasilnya luar biasa. Ketika diuji coba untuk menghidupkan jam, penunjuk jam langsung bergerak tanda menyala, demikian juga untuk menyalakan lampu,” katanya.

Setelah terbukti mampu membuat jam menyala, siswa juga menguji besaran kandungan tegangan buah pare tersebut, dibandingkan dengan baterai asli dengan memakai alat meter dasar. Setelah diuji coba, ternyata kandungan energinya tidak jauh berbeda dengan baterai asli. Kalau baterai paten memiliki voltase 1,5 volt dan baterai buah pare ini memiliki antara 1,3 sampai 1,4 volt.

 

2-Meski hanya punya ijazah SD, tapi bisa merakit TV

Meski berpendidikan atau tamatan SD, MH (41) warga Desa Jatikuwung, Kec-Gondangrejo, Kab-Karanganyar, Jateng lihai dibidang elektronik. Dia mampu merakit TV dari bahan2 bekas dan yang ada di sekitar, lantas menjual hasil karyanya dengan harga bervariasi.

Televisi yang diproduksi MH berjenis tabung berukuran antara 14 inch sampai 17 inch. Dia memperoleh tabung dari pengepul barang bekas elektronik. Kemudian MH membeli casing dan remote yang banyak dijual di pasaran, lalu untuk kemasan dia memesan kardus sesuai merek.

Diduga karena tidak tahu, kejeniusan MH membuatnya terjerat kasus pidana dan berurusan dengan Polda Jateng karena merangkai kembaliTV bermerek tanpa izin resmi saat memasarkan TV rakitan itu. Dengan membuka jasa reparasi elektronik ‘Haris Elektronik’, tersangka MH memproduksi TV yang berasal dari monitor komputer yang tidak terpakai.

 

3-Warga Sleman bikin mobil Hummer mirip buatan Amerika

Siapa bilang mobil Hummer yang harganya miliaran hanya buatan Amerika saja. Di Sleman Yogya, Eko Budi Rahmanto (60) warga Hargobinangun membuat mobil Hummer di bengkelnya. Dia dibantu 9 karyawannya membuat mobil Hummer dari nol hingga wujud mobil yang siap jalan. Dari body mobil, kaca, spion, bemper semua dibuat sendiri. Jika dilihat sekilas tidak akan bisa membedakan mana mobil Hummer asli dan mana yang buatan Eko.

Ide pembuatan Hummer bermulai dari teman Eko di Jakarta yang punya mobil Hummer rusak total. Bodi ringsek dan mesin sudah mati. Dia ingin memperbaiki Hummernya tersebut. “Saat itu saya menawarkan ke teman itu, sini tak bawa ke Yogya, nanti tak perbaiki. Waktu saya lihat itu, yang model bodi begini gampang buatnya,” kata Eko pada merdeka.com, Rabu (25/2).

Eko mencari beberapa orang yang ahli membuat kerangka mobil. Saat itu dia ingat pernah meminta Yono tukang las memperbaiki mobil sedannya. Dia mengajak Yono menggarap Hummer itu. “Tahun 2001 saya ketemu Yono, lalu saya ajak dia benerin mobil Hummer, hasilnya memuaskan, teman saya senang. Sejak tahun 2004 itu kemudian saya bikin usaha ini,” ujarnya.

 

4-Ciptakan mobil berbahan bakar kapur

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membuat Mobil Exotric II yang digerakkan menggunakan batu kapur dan direaksikan dengan larutan asam. Inovasi mereka lantas dilombakan dan memenangkan kompetisi Chem E-Car di Perth, Australia.

Ketua tim Universitas Brawijaya (UB), Dobita A Feleciana, mengatakan mobil yang dipamerkan dan diperagakan dalam kompetisi purwarupa (prototype) mobil ber BBM terbarukan yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di Asia dan Australia ini menduduki peringkat kedua.

Ke-5 mahasiswa Fakultas Teknik dan mewakili UB di ajang itu :  Dobita A Feliciana, Rizka Dwi Octaria, Dwi C Pujayanti, Afida Khofsoh, dan Sidiq Darmawan. “Mobil ini digerakkan dengan menggunakan batu kapur yang direaksikan dengan larutan asam,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11).

Mereka membuat mobil Exotric generasi-1, hasilnya tidak maksimal karena campuran larutan batu kapur dan asam itu tidak menghasilkan energi yang maksimal. Purwarupa mobil Exotric itu sempat diikutkan kompetisi internasional 3rd Chem-E-Car Indonesia Competition 2014 di ITS, April lalu. Saat itu mereka juga berada di posisi kedua.

Menurut dia, semua tim dalam kompetisi ini ditantang untuk membuat mobil berjalan sejauh 19 meter dengan diberi beban tambahan 10 persen dari berat mobil.

“Jadi kami harus membuat komposisi bahan bakar yang tepat agar mobil berjalan sejauh 19 meter dan hasilnya, pada 1st mobil itu mencapai 17,26 meter. Saat race kedua mobil ini mencapai 17,68 meter, sehingga tidak terlalu sempurna,” ujarnya.

Akhirnya mereka berupaya mengembangkan lagi mobil Exotric ini. Dengan mengubah sistem transfer energi, sistem pemberhentian, reaksi kimia dan rangka yang lebih kuat dan ringan. Mobil hasil perbaikan ini diberi nama Exotric generasi ke dua atau Exotric II. Bentuk mobilnya, mirip mobil2an dengan remote control.

Dobita mengemukakan prinsip kerja mobil ini memanfaatkan reaksi batu kapur dengan Hcl. Reaksi ini  menghasilkan reaksi eksotermis. Panas reaksi diubah menjadi energi listrik menggunakan susunan bahan semikonduktor tipe-p dan tipe-n yang disusun dan energi listrik inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor DC dan akan ditransmisikan ke roda mobil.

Dalam kompetisi internasional di Australia ini, posisi UB di bawah Universitas Teknologi Petronas Malaysia dan diatas Universitas Gajah Mada (UGM) Indonesia. Perwakilan dari Indonesia yang ikut kompetisi ini dari tiga perguruan tinggi, yaitu UGM 2 mobil, ITS 1 mobil dan UB 1 mobil.

“Tujuan dari kompetisi dan keberadaan mobil purwarupa ini untuk memberi alternatif lain bahan bakar dalam mengembangkan kendaraan yang diproduksi secara massal, apalagi bahan baku batu kapur di wilayah Malang ini cukup melimpah, terutama di Malang selatan,” tegasnya. (Cob; http://m.merdeka.com/peristiwa/5-karya-inovasi-anak-negeri-yang-membanggakan.html)-FatchurR

————

 

Agar wawasan kita nambah dikit berikut disertakan artikel lainnya :

  1. Pertamina EP rantau kembangkan pohon listrik
  2. Berkat OVOP petani Bangli olah Jeruk jadi Pia
    1. Enerji alternative Panel surya ditanam di jalan

 

————–

 

Pertamina EP rantau kembangkan pohon listrik

Jakarta (ANTARA Newsl) – PT Pertamina EP bekerja sama dengan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) Field Rantau, Nanggroe Aceh Darussalam, mengembangkan 100 pohon penghasil listrik. “Pohon yang dikenal sebagai pohon kuda2 atau kedondong hutan ini bisa menghantarkan daya listrik,” kata Agus Amperianto, Field Manager PT Pertamina EP Rantau, di Jakarta, Kamis.

Satu batang pohon diperoleh tegangan listrik 0,7 volt. Dengan menghubungkan beberapa pohon, seri atau paralel, diperoleh voltase dan arus yang memadai untuk dikonversikan berdaya listrik sedikitnya 12 watt sehingga dapat menghidupkan 4 buah bohlam LED masing2 berdaya 3 watt untuk satu unit rumah.

“Tentunya makin besar daya yang diperoleh, makin banyak daya listrik yang bisa dimanfaatkan,” ujar Agus. Untuk menghasilkan energi listrik, menurut Agus, minimal pohon kedondong hutannya sudah berakar kokoh dengan diameter batang minimal 15-20 cm.

Makin besar batang pohon lebih baik lagi untuk menghasilkan voltase listrik lebih banyak. Agus mengatakan pengembangan pohon penghasil listrik ini sejalan dengan bisnis Pertamina yang memberikan perhatian penuh pada pengembangan energi baru dan terbarukan.  “Kami berperan aktif mendukung program pemerintah dalam efisiensi sumber daya energi dan energi baru terbarukan,”.

Energi listrik dari pohon kedondong hutan ini berawal dari riset Naufal Rizki salah satu siswa kelas II Madrasah Tsanawiyah Negeri Kecamatan Langsa Lama. Pertamina EP Field Rantau kemudian mengajak Naufal untuk mengembangan risetnya dalam skala lebih besar di PPMP yang didesain sebagai pusat belajar masyarakat.

Pohon kayu listrik bernilai ekonomis karena daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dahannya dapat digunakan sebagai pagar kebun masyarakat.

Selain pakan ternak, daunnya bermanfaat untuk ramuan herbal bagi kesehatan. Kedondong hutan adalah pohon favorit masyarakat Aceh untuk memagari kebun dan pekarangannya karena pohonnya lurus dan gampang tumbuh dengan hanya ditancapkan ke dalam tanah. (Faisal Yunianto; Editor: Aditia Maruli; http://www.antaranews.com/berita/527609/pertamina-ep-rantau-kembangkan-pohon-listrik)-FatchurR

————

 

Berkat OVOP petani Bangli olah Jeruk jadi Pia

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI -50 tahun sudah Taiwan Tecnikal Mision dari Kementrian Koperasi Taiwan menjalankan program one village one product (OVOP) di Desa Tiga, Kec-Susut, Kab.Bangli, Bali. Hasilnya, luar biasa, petani setempat progresif dan piawai memanfaatkan buah jeruk jadi berbagai jenis olahan baru.

 

Satu diantaranya pia yang diberi nama the king and queen. Pembungkus kotaknya berwarna kuning, designya menarik. Ada gambar tokoh legenda Raja Sri Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wei. Rupanya gambar itu berfilosofi penggabungan dua budaya yaitu Bali dan Taiwan.

 

“Kami ingin orang lokal mengenal dan mengingat budaya sendiri. Karikatur ini mencerminkan perpaduan dua kebudayaan,” ujar asisten OVOP Bali, Johnlee pada Tribun Bali beberapa waktu lalu di kantor OVOP Desa Tiga Bangli.

 

Taiwan Tecnikal Mission terlebih dahulu melihat potensi daerah yang bisa dikembangkan. Berdasarkan berbagai macam survei, akhirnya Desa Tiga Bangli terpilih menjadi program pengembangan agribisnis komunitas unggulan dengan pengembangan budidaya jeruk Kintamani.

 

“Selama ini, desa Tiga dikenal sebagai kawasan segitiga emas yaitu perbatasan antara Bangli, Gianyar dan Buleleng. Ini yang membuat Desa Tiga menurut kami sangat strategis untuk dikembangkan menjadi satu daerah agropolitan di Bangli,” kata Johnlee.

 

Saat ini, pihaknya sudah melibatkan lima kelompok petani jeruk dengan jumlah anggota 138 orang. Hasilnya progres terlihat. Dahulu saat panen sebegitu banyak jeruk petani yang terbuang akibat ukurannya yang kecil.

 

Namun setelah adanya program OVOP. Para petani mulai belajar cara mengolah produk. Sebuah ide terobosan muncul, kue gurih rasa jeruk murni pun dihasilkan. Perlahan para petani setempat menjauh dari kata rugi saat panen.

 

“Dulu jeruk-jeruk yang kecil itu terbuang. Kita harus pikirkan itu, jangan sampai terbuang atau malah jadi pakan ternak. Akhirnya ide pengolahan itu muncul. Hasilnya tentu sangat membantu para petani,” jelasnya.

 

Perlahan, produk olahan jajanan pia king and queen dikenal. Kendati belum bisa mendobrak dominasi pia-pia yang sudah ada, Johnlee optimis produk olahan tersebut tak lama lagi berhasil mencuri perhatian masyarakat. Ini berdasarkan, pia king and queen memiliki taste yang original. (*http://bali.tribunnews.com/2015/03/23/berkat-ovop-petani-di-bangli-olah-jeruk-jadi-pia)-FatchurR

———–

 

Enerji alternative Panel surya ditanam di jalan

Liputan6.com, Krommenie – Belanda boleh jadi negara paling serius mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Tahun lalu, mereka ciptakan jalanan yang mampu menyerap energi matahari. Melansir Thinkprogress, Rabu (4/11/15), jalanan 70 meter itu terbuat dari panel surya dan mampu hasilkan lebih dari 3.000 kWh, setara dengan kebutuhan energi satu rumah kecil untuk satu tahun.

The SolaRod, begitu jalan ini dinamakan, telah dilalui oleh 150.000 sepeda terhitung hingga Mei 2015. Ya, jalanan ini awalnya memang dibuat untuk pesepeda, bukan untuk pemilik kendaraan bermotor.

Kini jalanan itu belum mampu menahan beban yang lebih berat dari sepeda. Panel surya ini dilapisi dua kaca yang saling bertumpuk dengan kemampuan menahan beban yang terbatas. Meski demikian, para peneliti dan pengembang masih terus melakukan penelitian dan uji coba agar hal tersebut bisa dilakukan. Waktu penelitian yang ditentukan adalah dua setengah tahun ke depan.

“Pengembang sedang bekerja menciptakan panel surya yang bisa menahan bus dan kendaraan lainnya,” ujar Arian de Bondt, Direktur Ooms Civiel, salah satu perusahaan yang turut serta di proyek ini. Proyek ini salah satu jawaban atas keterbatasan energi.

 

Secara luasan, ini berbeda dengan panel surya biasa. Jika panel standar perlu daerah yang luas, maka panel jalan ini bisa dipasang dimanapun, termasuk di wilayah-wilayah yang padat. Apakah proyek ini berhasil mereka lakukan? Kita tunggu saja. (rio/sts; http://otomotif.liputan6.com/read/2356904/panel-surya-ditanam-di-jalan-energi-alternatif-bisa-lebih-banyak)-FatchurR

2 Responses to Karya Inovasi anak bangsa

  • GoHwieKhing King Gaudi says:

    Sebetulnya anak Bangsa kita ini Ras Jempolan sejak jaman 40.000 tahun lalu. Syukur kalau sisa sisa keunggulan ini masih ada yang muncul sekarang ini.

    Research OPEMHEIMER dan Prof. ARIO SANTOS membukukan bahwa Manusia Nusantara ini 40.000 tahun lalu sudah merambah segenap penjuru dunia jalan kaki saat Jaman Es masih menyatukan dunia. Ada jejak DNA nya di Benua Amerika, Eropa Utara, Mongolia, Tiongkok, Formosa, Indochina, Masyarakat Kepuauan Pasific, Australia, Madagaskar, Pantai Timur dan Barat Afrika. Asia Selatan sampai Mediteranian.
    Pembuktiannya dengan adanya imunitas terhadap Malaria dimasyarakat yang tidak ada penyakit Malarianya. Menakar besarnya imunitas kauan bahwa ini membuktikan masyarakat ini 40 000 tahun lalu berasal dari Nusantara.

    Kemudian Prof.ARIO SANTOS menyangkal teori GAVIN MENZES yang menjabarkan cerita yang ditulis PLATO sebagai Atlantis itu adalah negeri diseputar Mediteranian, kemungkinan di Samudera Atlantik yang tenggelam karena pempa dilaut. Hipothese dengan lebih banyak bukti drp GAVIN, Prof. ARIO menyatakan Atlantis itu negeri diLaut Jawa, jelasnya yang dulu dinamakan Paparan Sunda. Daratan dengan pepohonan dan binatang yg sesuai dislripsi Plato ada di Nusantara. Kemampuan Pelayaran Samudra orang Nusantara adalah yang pertama didunia. Masyarakat lain, Tiongkok, Persia, Mediterania hanya mampu berlayar dipesisir.

    Nah dikemudian hari kalau Negeri Nusantara yang sekarang merupakan Bangsa dan Negara Indonesia sudah maju Berjaya kembali, mungkin bias membuktikan Kebesaran Leluhur kita sebagai Masyarakat Atlantis atau bukan.

    Monggo siapaanak Bangsa dari Mater Dei Probolinggo terinspirasi mengungkap rahasia besar ini?

  • GoHwieKhing King Gaudi says:

    Saya tetap percaya Bangsa kita yang jumlahnya keempat terbanyak didunia ini bangsa unggulan. Pengelola Negara nya yang brengsek mau enak duluan meninggalkan kewajiban mencerdaskan dan mensejahterakan Bangsa dan membangun Indonesia Merdeka yang Jaya Raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita